Selamat Datang

Selamat datang ....... di WILAYAH COOPERATION LINE ....... “Art Partner” : ....... Komunitas Apresiasi Studi Seni Budaya Sosial & Sastra – Cooperation Line of Art Partner ....... (KASSBSS – CLoAP).

Art Partner

Komunitas Apresiasi Studi Seni Budaya Sosial dan Sasrta
Cooperation line of Art Partner
KASSBSS - CLoAP

SALAM SENI

KASSBSS - Cloap adalah penghubung dari semua Seni, Sastra, Sosial, Budaya, IPTEK dll.
Bagi anda yang ingin berpartisipasi silakan kirimkan tulisan ataupun yang lainnya, biodata beserta photo ke email :

artpartner.kassbss.cloap@gmail.com

ART PARTNER

Selasa, 22 Maret 2011

AL ADAB AS SUFI (SASTRA KESUFIAN)

Kaum sufi adalah hidup berhadapan dengan alam yang sangat luas, tanpa batas, hidup di alam dimana segala sesuatu bertasbih, bagaikan burung bertasbih di langit lepas. Segala wujud ini di mata kaum sufi adalah roh, cahaya dan kecemerlangan. Demikian juga segala bentuk makhluk hidup merupakan majhar dari roh yang maha Agung, merupakan pancaran dari cahaya dan kilatan dari cahaya. Segala yang ada (wujud) merupakan keindahan yang dapat menyinari perasaan dan keindahan ini tidak akan dapat ditangkap kecuali oleh hati yang penuh dengan kekaguman dan kecintaan terhadap kecintaan terhadap ciptaaan-Nya.

Berangkat dari titik ini, cinta dan lagu-lagu (syair) atau nyanyian sufi tentang cinta kepada kekasih-Nya merupakan tujuan utama. Menurut kaum sufi: tanpa rasa, tidak ada ma’nanya, bila hidup ini kosong dari cinta sufi, cinta demi yang dicintai. Cinta, sedih, kebingungan, kehausan, lupa diri, penolakan dan hilangnya dari wujud ini, merupakan lautan tempat berenang kaum sufi dan umur mereka pupus di antara celah-celah ma’na di atas. Mereka makan dan minum dari-Nya. Kita tidak mungkin dapat menghitung dan membatasi lapazh dan ma’na yang terkandung di dalam hati para Asyqin (para perindu Allah) dan segala keinginan mereka.

Seringkali kita dengar bahwa para sufi tergolong para penyair cinta dalam segala versinya. Al Adab As Sufi adalah adab Al Fana. Al Muthlak, adab (sastra) fana muthlak, sastra mujahadah (perjuangan), sastra kerinduan, sastra kesedihan tanpa keluh dan tanpa kesah. Mereka berusaha seperti apa yang telah diusahakan, mereka menderita seperti apa yang telah dideritanya dengan penuh toleran dan kerelaan, mereka memiliki rasa terhadap apa yang diminta oleh satu maqam (tingkat kejiwaan sufi, yang berupa Al Mujahadah) sekalipun terkadang mereka mengenyampingkan jasad dan anggota-anggota tubuhnya.

Adakalanya di awal perjalanan seorang salik, ia berbicara tentang sastra “primadona” akan tetapi pembicaraan tentang primadona ini sama sekali tidak kekal, karena sastra sufi adalah sastra lepas, tidak terbatas atas apa yang digariskan oleh sastrawan-sastrawan dalam konotasi sebuah lapazh atau susunannya. Sebagaimana seseorang hidup lepas daripada alam dimana umumnya orang hidup, begitu juga didalam bidang sastra, ia lepas dari apa yang disifati oleh orang lain, serta mereka kaum sufi akan memiliki jalan yang mereka sukai, mereka akan berdomisili bersama dengan persepsi yang mereka yakini.

Dengan ini dapat dikatakan bahwa sastra sufi adalah sastra tertutup. Menurut Al Khafif “Ungkapan-ungkapan kaum sufi keluar dari konotasi jiwa yang fana, justru itu kebanyakan ungkapan itu keluar dari perasaan tidak sadar, sehingga sifat yang ditampilkan oleh kaum sufi kebanyakan irrasional.”

Disisi lain apa yang menjadi isi pikiran kaum sufi, ketika mereka mengungkapkan apa yang mereka ungkapkan tidak sejalan dengan apa yang menjadi pemikiran manusia, dan tidak juga sejalan dengan persepsi manusia kebanyakan (selain sufi). Tidak pernah terbetik dalam dirinya, bahwa ungkapan yang dikeluarkan oleh kaum sufi diperuntukkan bagi seseorang, sebab ungkapan yang mereka keluarkan itu merupakan ungkapan hati ketika ia menyaksikan apa yang mereka saksikan dalam alam kesaksian, alam kerinduan dan alam gelora hati.

Sehingga apa yang terdapat didalam kesaksian hatinya keluar melalui lisan mereka atau tulisan mereka, yang sulit dipahami oleh umumnya manusia. Sesungguhnya kaum sufi berpikir dengan suara yang tinggi – seperti yang mereka katakan, sehingga mereka tidak dapat menyimpan rahasia-rahasia atau goresan hatinya ketika menyaksikan alam kesaksian. Seorang sufi tidak terbatas didalam ungkapan itu dengan batasan-batasan lapazh. Seorang sufi dengan ungkapan dapat menembus ungkapan-ungkapan manusia kebanyakan, sehinga ungkapan-ungkapan yang mereka tampilkan hanya dapat dipahami oleh sesama kaum sufi, dalam bentuk kata-kata kerinduan, kesksian dan segala bentuk yang dilihatnya dengan mata hati mereka.

Al Khatif di dalam membela sastra sufi, mengatakan “Sesungguhnya sastra sufi adalah sastra hidup dalam segala bentuknya, sastra sufi merupakan curahan dan kesadaran-kesadaran, penuh dengan kejujuran serta keikhlasan di mana mereka sama sekali jauh daripada pujian orang.

Sastra sufi di dalam kesusastraan arab merupakan gambaran yang benar di dalam mempersepsikan manusia dan kemanusiaan melalui percobaan dari berbagai percobaan kehidupan dengan segala bentuk lingkungan dan sisi kehidupan itu sendiri. Sastra sufi dengan segala bentuknya menta’birkan kebenaran apa yang tersirat di dalam hatinya, tidak dapat diimbangi oleh sastrawan-sastrawan lainnya (selain sufi).”

Kaum sufi di dalam mengenali jiwa manusia, di dalam mendefinisikan berbagai lafazh, menentukan berbagai kondisi yang dialaminya dan menjelaskan beberapa aktifitas pikiran merupakan hal yang benar-benar nyata dan akurat.

(Ikhtisar-2 dari buku Al’ilmu An-Nafsi Ash-Shufiyah, oleh Dr.Amin An-Najar, terbitan Dar El Ma’arif, Kairo)

PENGUMUMAN Pembuatan ANTOLOGI PUISI RELIGIUS INDONESIA

Dalam ANTOLOGI PUISI RELIGIUS INDONESIA yang dibuat ini, pada bagian Prolog, tertulis:

Proses Sebuah Antologi Puisi

Membuat sebuah antologi puisi pada dasarnya sangat mudah, kumpulkan naskah puisi lalu terbitkan. Hanya saja prosesnyalah yang tidak sesederhana seperti yang dibayangkan. Ada ketelitian dan rentang waktu yang cukup panjang. Apalagi itu sebuah antologi puisi yang memuat banyak penulis. Prosesnya akan lebih lama lagi. Setelah naskah dikumpulkan, di susun, konfirmasi dengan penulis, desain cover dan lain sebagainya.

Saat naskah-naskah puisi tersebut siap, yang menjadi persoalan berikutnya adalah dana untuk cetak dan penerbitan. Rupiah demi rupiah dikumpulkan, hingga mencukupi untuk biaya cetak. Terkadang semua proses ini bisa berlangsung tahunan. Begitupun suatu antologi puisi yang bersifat sosial (non komersil) hanya untuk nilai religius dan pendidikan sastra.

Tanpa mengetahui sebuah proses yang panjang untuk dilalui, ketidak sabaran merupakan faktor utama. Namun itu masih dianggap wajar bagi penulis pemula yang belum tahu bagaimana sebuah antologi itu tercipta.


Dalam ANTOLOGI PUISI RELIGIUS INDONESIA yang dibuat ini, pada bagian Puisi Peserta, tertulis:


Proses penilaian di mulai dari tanggal 19 September, di selesaikan pada tanggal 13 Oktober 2010. Lamanya proses penilaian karena harus melalui tiga tahapan seleksi.


Seleksi 1

- Seleksi kategore puisi yang religius dan non relegius


Keterangan :

+ Banyak puisi yang dikirim peserta melalui sms tidak terlihat menunjukkan bahwa itu puisi reigius, baik karena puisi itu belum selesai, karena tidak terkirim sepenuhnya atau terpotong karena batasan karakter yang ditentukan.

+ Ada sekitar 10% dari semua puisi yang masuk tidak menunjukkan sisi religius.


Seleksi 2

- Seleksi kategore identitas


Keterangan :

+ Semua peserta yang sudah melalui seleksi pertama, diminta untuk mengirimkan biodata, jenis dan nomor tanda pengenal yang digunakan.

+ 30 % tidak mengirimkan konfirmasi biodata

+ 5 % nomor yang dihubungi, tidak aktif lagi.

+ Sebagian peserta sering tidak lengkap mengirimkan biodatanya, sehingga harus dikonfirmasi berulang ulang.

+ 10 % peserta menggunakan tanda pengenal KTP/ umum, untuk ini pusinya tetap akan dimuat dalam Antologi Puisi Religius pada Partisipasi Puisi SMS.


Seleksi 3

Penilaian

- Kalimat yang sesuai dengan EYD

- Kalimat yang minimalis bahasa asing

- Kata-kata yang tidak disingkat

- Penggunaan kiasan (simbol) yang tepat

- Penempatan tanda larik dan tanda bait yang tepat dalam tipografi

- Makna puisi yang tidak terlalu samar

- Puisi yang sederhana tapi mempunyai kiasan ma’na yang dalam

- Isi puisi yang tidak hanya berisi keluhan dan kepasrahan tapi juga ada harapan, keinginan, semangat dan perjuangan

- Keserasian irama kata dalam vokal


Keterangan :

+ Peserta yang telah melewati seleksi ke dua, diminta untuk mengirim ulang puisinya, karena puisi yang dikirim untuk lomba, 97 % tidak sempurna atau terpotong saat pengiriman, karena melebihi dari batasan karakter yang ditentukan.

+ 5 % tidak mengirim ulang puisinya (karena kehilangan data puisi aslinya)

+ 10 % puisi yang dikirim ulang masih terdapat kata yang disingkat dan EYD yang tidak sesuai.


*******


Menghadapi situasi yang dialami, ketua Panitia kemudian menyerahkan kronologis keadaan yang mereka hadapi kepada Art Partner untuk diumumkan, yaitu:



PENGUMUMAN

KEPADA :

Seluruh peserta Lomba Cipta Puisi SMS Religius Pelajar dan Mahasiswa se-Indonesia 1431 H dan Pembuatan ANTOLOGI PUISI RELIGIUS INDONESIA


- Proses seleksi penyusunan dan pembuatan draf antologi diselesaikan oleh Tim seleksi dan editing pada akhir November 2010.

- Tapi dana pembuatan antologi, masih tidak bisa diambil, karena sebagian donator yang akan membantu pembuatan antologi masih belum memberikan kepastian dana bantuannya.

- Keseluruhan dana dari donator pembuatan antologi, baru bisa dikumpulkan sehingga memenuhi standar cetak, pada akhir Januari 2010.

- Awal Februari, draf antologi diserahkan ke percetakan/ penerbit untuk dicetak.

- Setelah ditunggu, pihak penerbit mengkonfirmasi bahwa hingga sekarang, ISBN buku yang sudah dikirimkan kebadan Perpustakaan Nasional belum mendapatkan jawaban hingga sekarang. Walau sudah ditanyakan ke badan Perpustakaan Nasional.

- Sehingga sampai sekarang masih belum bisa dicetak, yang sudah tentu untuk launching dan pembagian hadiah juga tertunda.

- Apabila memang ada peserta yang tidak sabar, dan ingin segera dikirimi bukunya, percetakan bersedia mencetaknya, tapi tanpa nomor ISBN (berarti tidak resmi) dan untuk ini silahkan hubungi panitia pelaksana.

- Cover dari ANTOLOGI PUISI RELIGIUS INDONESIA seperti yang terlihat di BAWAH INI.


Tertanda

Panitia Pelaksana

KeloS SeBSos

Kontak: 085248627538



*******


Dari informasi yang dikumpulkan oleh Art Partner:


Permasalahan ISBN bukan cuma dihadapi oleh panitia Pembuatan ANTOLOGI PUISI RELIGIUS INDONESIA saja. Tapi juga dialami oleh banyak penerbit lain, bahkan ada yang sudah 5 bulan ISBN buku mereka belum keluar, terpaksa belum dicetak.

Beberapa penyair Kalsel yang mencetak buku mereka di penerbit lain mengalami nasib yang sama, ada yang buku puisi pribadi mereka hingga 6 bulan masih belum bisa dicetak, karena tidak ada kabar tentang pengiriman nomor ISBN.

Kamis, 14 Oktober 2010

Pengumuman Lomba Cipta Puisi Religius

HASIL PENILAIAN
TERHADAP LOMBA CIPTA SMS PUISI RELIGIUS
TINGKAT PELAJAR DAN MAHASISWA
SE-INDONESIA


Ratusan Judul Puisi yang masuk dari seluruh Nusantara melalui SMS dari operator Telkomsel.
Data SMS Puisi Religiusnya sendiri diserahkan oleh Grapari Telkomsel satu minggu setelah hari raya Idul Fitri.

Proses penilaian di mulai dari tanggal 19 September, di selesaikan pada tanggal 13 Oktober. Lamanya proses penilaian karena harus melalui tiga tahapan seleksi.

Maka panitia bekerja keras untuk menyeleksinya, hingga seleksi ke 1 dan ke 2.
Seleksi ke 3 dilakukan oleh Tim Penilai dari Art Partner.

Dari 100% judul puisi yang masuk, melalui :

Seleksi 1
Seleksi kategore puisi yang religius dan non relegius

Keterangan :
+ Banyak puisi yang dikirim peserta melalui sms tidak terlihat menunjukkan bahwa itu puisi reigius, baik karena puisi itu belum selesai, karena tidak terkirim sepenuhnya atau terpotong karena batasan karakter yang ditentukan.
+ Ada sekitar 10% dari semua puisi yang masuk tidak menunjukkan sisi religius.

Seleksi 2
Seleksi kategore identitas

Keterangan :
+ Semua peserta yang sudah melalui seleksi pertama, diminta untuk mengirimkan biodata, jenis dan nomor tanda pengenal yang digunakan.
+ 30 % tidak mengirimkan konfirmasi biodata
+ 5 % nomor yang dihubungi dengan sms tidak terkirim, karena nomor tersebut tidak aktif lagi.
+ Sebagian peserta sering tidak lengkap mengirimkan biodatanya, sehingga harus dikonfirmasi berulang ulang.
+ 10 % peserta bukan dari kalangan pelajar dan mahasiswa, tetapi dari umum (yang menggunakan tanda pengenal KTP), untuk hal ini pusinya tetap akan dimuat dalam Antologi Puisi Religius pada bab Partisipasi Puisi SMS.

Seleksi 3
- Penilaian terhadap kalimat yang sesuai dengan EYD
- Penilaian terhadap kata-kata yang tidak disingkat
- Penilaian terhadap penggunaan kiasan yang tepat
- Penilaian terhadap penembatan tanda kalimat dan tanda bait yang tepat
- Penilaian terhadap makna puisi yang tidak terlalu samar
- Penilaian terhadap makna puisi, sederhana tapi mempunyai kiasan dan makna yang dalam
- Penilaian terhadap isi puisi yang tidak hanya berisi keluhan dan kepasrahan tapi juga ada harapan, keinginan, semangat dan perjuangan
- Penilaian terhadap keserasian irama kata dalam kalimat saat pengucapan

Keterangan :
+ Peserta yang telah melewati seleksi ke dua, diminta untuk mengirim ulang puisinya, karena puisi yang dikirim untuk lomba, 97 % tidak sempurna atau terpotong saat pengiriman sebab lebih dari batasan karakter yang ditentukan.
+ 5 % tidak mengirim ulang puisinya (karena kehilangan data puisi aslinya)
+ 10 % puisi yang dikirim ulang masih terdapat kata yang disingkat dan EYD yang tidak tepat serta penempatan tanda kalimat yang tidak sesuai (walau sebenarnya puisinya cukup baik, tapi terdapat hal-hal yang disebutkan diatas, maka tidak bisa masuk 5 terbaik)

Setelah melalui proses yang panjang, maka Tim Seleksi Penilaian Lomba Cipta Puisi SMS Religius Tingkat Pelajar dan Mahasiswa se-Indonesia, telah di selesaikan.
Keputusan Tim Seleksi tidak bisa diganggu gugat.


Tim Seleksi Penilaian
ART PARTNER,


Memutuskan:


5 TERBAIK NON KATEGORE PERINGKAT Puisi SMS Religius (Pelajar/ Mahasiswa) yang akan mendapat hadiah dari Telkomsel.

TIGA DIMENSI (Nisrina Nabihah.tjg.sabtu.140810)
MENGETUK CINTA-MU (Tyastiti.bjm.sep.2010)
RASUL KAMI (utin fatmawati.170810)
MEMBILAS SUJUD (zrsis.bjb.rabu.080910)
NARASI HATI (esd.bontang.200810)


50 NOMINASI Puisi SMS Religius (Pelajar/ Mahasiswa)

01. AIR SUCI (utin fatmawati.bjm.sabtu.210810)
02. RUMAH TUHAN (novi.Purbalingga.Rabu.140710)
03. QOLBUMU (risky.bjm.minggu.260910)
04. TAUBAT (Nurul Hidayah.Barabai.Kamis.26-08-2010)
05. TUHAN BERADA (t.a.a.okt,2008)
06. LAILATUL QADAR (wiwit mardianto.stain purwokerto.2010)
07. MALAM RAMADHAN I (WahyuWiji.Serambi KOMPAK.September 2010)
08. MENCARI SURGA (sa’adah.asam jaya.040810)
09. KERUDUNG BIRU (Tyastiti.Bjm.September 2010)
10. WAHAI DIRI (nurdina.bjm.Kamis.090910)
11. ORANG PILIHAN (panglimarestugifari.bjb.080910)
12. HIASAN KALBU (panglimarestugifari.bjb.080910)
13. KEMBALI FITRAH DENGAN SYARIAH (azkiya.astambul.jumat.100910)
14. KEAGUNGAN-MU (Nikmah.Manarap.Jum’at.200810)
15. KEKHILAFAN KU (NATALIA.BTL.rabu.240810)
16. AMPUNAN-MU TUHAN (natalia.BTL.kamis.300910)
17. KERINDUAN DALAM PENGHAMBAAN (R.rezky.Tjg.sabtu.040910)
18. TENTANG DOSA. (ferdi.bjm.070810)
19. SALAM ILAHI (ferdy.bjm.sabtu.070810)
20. ASA HIJABAH (Abdurrahman.MTP.Jum’at.270810)
21. BANGUNKAN AKU YA RABB! (bss.medan.2010)
22. AZAN SUBUH (hikmah.bjb.310710)
23. BAITULLAH (hikmah.bjb.110810)
24. AIR MATA BERTASBIH (anasmuf.Halong.010910)
25. RINDU KU PADA RAMADHAN (Bagus.Pagatan.Senin.060910)
26. ANDAI AL QUQAN (Rahma.bjm.011010)
27. TAUBATKU (jirana.bjm.140810)
28. TERIMAKASIH TUHAN (Aghreini Analisa.Pelaihari.Minggu.310110)
29. RAMAH TAMAH (Novi.Pbg.Rabu.140710)
30. RAMADHAN (tya nurdina.bjm.kamis.020910)
31. PENGORBANAN (suci.bjm.jumat.110910)
32. USAI SHALAT TAHAJUT (eddy wahyudin.bjm)
33. DINIHARI (Mustaqim.mtp.280593)
34. MEMORI MAGHRIB (pas.palembang.agustus.2010)
35. BULAN RAMADHAN (yusuf.mtp.08102010)
36. BASMALAH (Nurul Hidayah, Alabio.Rabu.250810)
37. DO’A KEABADIAN (R.Rezky.Tjg.jum’at.270810)
38. KEBERKAHAN RAMADHAN (Norrahmadania.pasarpanans.kamis.300910)
39. RAKAAT-MU RAKAATKU (Herman Ariadiy.Rantau.220810)
40. PESAN RAMADHAN (suci.bjm.110910)
41. INDAHNYA TAUBAT KU (maisyarah.bjm.jum’at.011010)
42. SIKSAAN (asty.plb.280710)
43. AMPUNI (asty.plh.100610)
44. KETIKA KU LUPA PADAMU (NAE.MGR.060910)
45. KEMANA (NAE.Bjm.030910)
46. IBU (NAE.Bjm.060910)
47. DUA CINTA DI BULAN RAMADHAN (Nisrina Nabihah.tabalong.sabtu.14082010)
48. TIGA DIMENSI (Nisrina Nabihah.tabalong.sabtu.14082010)
49. JAGAD RASAKU (esd.bontang.082010)
50. BERSERAH/ (esd.bontang.senin020810)


PARTISIPASI DARI UMUM Puisi SMS Religius (KTP)


01. ANGKUH (Jamaludin.Medan,2010)
02. MENGAJI (Isa.pwt.agustus 2010)
03. HARI NAN FITRI (Isa.pwt.september.2010)
04. RAMADHAN (q-r.chemistry.bjm.220810)
05. INGATAN (q-r chemistry.bjm.220810)
06. MALAM MEMBAWA RINDU (erna.jkrt.030910)
07. HAMBA ALLAH (LNM.amt.kamis.120810)
08. AKULAH ZIKIR SEPANJANG RAMADHAN (wani.medan.jumat.270810)
09. MASIHKAH DUNIA BERTAHTA DI HATI KITA (wani.medan.jumat.190609)
10. JEJAK RAMADHAN PADA BAIT-BAIT TASBIH (wani.medan.senin.300810)
11. AKU DALAM RAHASIAMU (nurrozak.pekl.250810)
12. TAUBAT (fhm d.kdg.slsa 310810)
13. MEMBACA AYAT-AYATMU (Asyari.jepara.230810)
14. ASA (thaibah.anjir.sabtu.210810)
15. DAYA (thaibah.anjir.jumat.270810)
16. RAMADHAN PENGHAPUS DOSA (kifli.Rantau.Jumat.130810)
17. TAUBAT (kifli.Rantau.Jumat.130810)
18. KUASAMU (kifli.Rantau.Jumat.130810)
19. NIKMATNYA BERBUKA (Junaidi.PDP 091010)
20. DI PENGHUJUNG WAKTU (shuwit ing.bjm.sabtu.280810)
21. KEMBALI PADA-MU (ita.bjb.sabtu.091010)

Catatan:

Bagi peserta yang nama dan karyanya tercantum dalam pengumuman di atas, silahkan mengirimkan tambahan biodatanya, seperti nama sekolah - kelas, atau tempat kuliah - jurusan - semester prestasi. Serta prestasi yang pernah diperoleh atau bila telah masuk dalam buku antologi puisi tertentu, silahkan sebutkan.

Bagi peserta dalam Partisipasi, silahkan kirimkan dimana tempat bekerja (kalau bekerja, prestasi yang pernah di peroleh atau atau bila telah masuk dalam buku antologi puisi tertentu, silahkan sebutkan.

Kirimkan data pribadi tambahan tersebut ke alamat email:
artpartner.kassbss.cloap@gmail.com

Saat ini proses pembuatan antologi Puisi Religius Indonesia tengah berlangsung, yang berisi beberapa puisi penyair Nasional dan puisi-puisi yang disebutkan diatas (lomba & partisipasi).

Kapan pembagian hadiah masih dibicarakan dengan Telomsel.
Kemungkinan bersamaan saat Launching buku Antologi Puisi Religius Indonesia ini.

Peserta (yang disebutkan diatas) akan mendapat 1 buku antologinya dan sertifikat penghargaan.

Sisa buku akan dibagikan untuk para penyair nasional, donator, perpustakaan, dan sekolah-sekolah.

Bagi peserta (yang disebutkan diatas) yang berada di luar Kalsel, hadiah-buku dan sertifikat akan dikirimkan.


LOMBA CIPTA PUISI RELIGIUS

LOMBA CIPTA PUISI RELIGIUS 2010M/ 1431H
untuk PELAJAR DAN MAHASISWA

Dalam Rangka Menyambut Bulan Suci Ramadhan & Hari Raya Idul Fitri
MENGURAI RASA DALAM KATA UNTUK JIWA PENYAKSI

KIRIMKAN PUISIMU Sebanyak-banyaknya – BUKTIKAN KARYAMU pada Kata Jiwa
Bersama Telkomsel Membangun Negeri

Lomba dimulai dari tanggal 11 Agustus hingga 11 September 2010

Puisi di kirim melalui SMS, ketik :
PUISI(spasi)isi puisi kirim ke 3954

Puisi minimal 4 baris - maksimal 255

Contoh 1 :

Puisi SENJA RINDU// senja syahdu/ adzan berkumandang/ rindu memanggil tunaikan kewajiban/ hantarkan doa bagi yang tersayang (araska.bjm. 2010)


Contoh 2 :

Puisi KATA JIWA PENYAKSI// bulan suci mendekap rindu hati/
kalam Ilahi sejukkan sanubari/ hari fitri telah menanti/ saling memaafkan salah lalai dan alfa diri/ berserah nafas sujudkan dahi/ pada sang pencipta alam ini/ mengurai rasa dalam kata untuk jiwa penyaksi (araska.bjm.2010)


Seleksi penilaian melalui 4 tahapan :

1. 1000 judul puisi terpilih akan di konfirmasi oleh panitia untuk kelengkapan biodata

2. kemudian 50 judul puisi nominasi akan dimasukkan dalam Antologi Puisi Religius Indonesia

3. lalu 5 judul puisi terbaik non kategore peringkat, mendapat vocher dengan total nominal jutaan rupiah dari Telkomsel

4. dipilih 50 judul puisi kiriman dari umum akan dimasukkan dalam Antologi Puisi Religius

Peraturan Lomba :

1. Peserta Lomba tidak dipungut biaya pendaftaran
2. Peserta boleh mengirimkan puisi sebanyak-banyaknya melalui via sms ke no operator yang telah ditentukan hingga batas waktu akhir lomba.
3. Puisi adalah karya sendiri, bukan saduran atau jiplakan
4. Puisi ditulis dengan EYD yang benar, puisi yang menggunakan bahasa gaul/ prokem atau menyingkat kata-kata dalam puisi tersebut akan di diskualipikasi.
5. Puisi yang dikirim bertemakan religius
6. Peserta yang dikonfirmasi panitia, tapi tidak memberikan jawaban, hingga 3 hari, maka puisinya di diskualifikasi
7. Pengumuman pemenang akan melalui media publikasi yang ada.
8. Peserta yang tidak mempunyai nomor HP selain dari Telkomsel yang ingin berpartisipasi, dapat mengirimkan puisinya di email artpartner.kassbss.cloap@gmail.com atau dikirim ke dinding group Artpartner Line di facebook.

Lomba ini dilaksanakan oleh KELOMPOK STUDI SENI BUDAYA SOSIAL SASTRA dan Art Partner

hotline : 085249903859 - 085248627538 - 085750094907 - 089691334009

Peserta nominasi dan 5 terbaik mendapat piagam penghargaan dan buku antologi puisi religius tersebut

Pemenang akan dihubungi oleh Panitia

Sponsor :

Lomba dan hadiah oleh Telkomsel

Publikasi oleh Banjar TV, Radio - M (Martapura), Nirwana Group (Nirwana Fm - Banjarmasin, SAS Fm - Banjarbaru, SAL Fm - Amuntai, Star Fm - Rantau, Gemantara Fm - Pelaihari, Meratus Fm - Batulicin, Swara Barabai Fm, Swara Kotabaru Fm, Bravo Fm - Palangkaraya), Harian Pagi Mata Banua, Sastra & Budaya Harian Pagi Media Kalimantan.

Minggu, 12 September 2010

Puisi dari Lia Salsabila

Bait Rindu

/1/
Pucuk rindu sentuh gelisah
Saat semilir rindu berhembus basah

/2/
Tiada rasa tanpa arti raga
Tiada rindu tanpa makna cinta
Senandung rindu tak nyata di mata
Tersirat dalam lelaku jiwa

/3/
Jiwa melayang menembus batas
Tak terlihat dinding bersekat
Lelaku rindu kian terhempas
Di jarak waktu yang tak lekat

/4/
Rindu dalam sekat waktu
Berpagar jarak sendu
Perlahan kudaki tangga sembilu
Rasakan tiap langkah didera pilu

/5/
Semilir desah rindu
Menyayat menyembilu
Rebah ke pangkuan
Meniti dalam kelam

/6/
Gigil rindu mengalir disungai nadiku
Menyebar ke seluruh saraf sarafku
Membelenggu tubuh hingga beku
Terpaku kuberjalan ke muaramu

/7/
Angin rindu membelai tubuh
Menembus pori timbulkan ruam
Gigilnya membakar peluh
Dalam sunyi ku memangku diam

/8/
Dalam sunyi rindu bernyanyi
Dalam diam gigil tak henti
Dalam tilam aku menanti
Bisik rindu menarinari

/9/
Pada malam rindu menari
Bagai belati menikam hati
Dalam sendu aku sendiri
Menatap langit tak berseri

/10/
Rindu selimuti kalbu
Terukir di kisi kisi relungku
Sehalus selendang satin
Memagut menata batin

/11/
Rindu di ujung senja
Terapit waktu kian menghimpit
Penuh luka tetap meronta
Dalam bilik teramat alit

/12/
Rindu dalam keseorangan
Menjerat dalam benang penantian
Sembilu menyayat
Luka memerah merekah
Meradang tergarami
Pedih perih tanpa tepi

/13/
Serpih rindu
Menggenggam sukma
Menggigit mencabik
Darah menghitam
Tetap manis dan segar
Bak madu meracuniku

/14/
Embun suci hidupkanku
Udara pagi bangunkanku
Bara rindu hangatkanku

/15/
Dalam terik ku melangkah
Dalam sunyi ku berlari
Menyongsong rindu merekah
Tumpah ruah di sanubari

/16/
Gejolak rinduku rindumu
Dalam jantung menyatu
Getarkan nadi memburu

/17/
Rinduku rindumu menyatu
Membanjir di sungai waktu
Merajah di dinding jarak
Bergolak jantung berdetak

(Lia Salsabila - Tilam Sunyi.030909)

Rabu, 04 Agustus 2010

SAKIT JIWA DAN SASTRA SUFI

Sakit jiwa’ sebuah ungkapan kata yang menakutkan setiap insan, bahkan tidak satu orangpun yang sehat akalnya mau diberi predikat sakit jiwa, karena telah berkembang dalam opini masyarakat sedunia, bahwa orang yang sakit jiwa, maka harga diri dan martabatnya telah terpuruk kelembah kenistaan.

Akan halnya para ilmuan dari negeri barat mencoba menelaah dan mengobati penyakit kejiwaan dengan pendekatan eksperimen laboratorium dan hasilnyapun tidak memuaskan, karena yang sakit bagian dalam yang diobati bagian luar.

Di sisi lain para sufi yang ikhlas, tawadhu, bersih hatinya dari keduniaan, mereka mempelajari kejiwaan dengan cahaya dari Allah, sehingga menerbitkan karya-karya besar tentang ilmu jiwa, melalui karya-karya sastra mereka. Apa-apa yang dibahas oleh ilmuan negeri barat dua abad yang lalu hingga sekarang telah dibahas oleh kaum sufi dua abad terlebih dahulu dengan hasil yang sangat memuaskan. Karena sebelum mengobati sakit jiwa tersebut, kaum sufi terlebih dahulu telah membahas timbulnya sakit jiwa dengan sangat terperinci berdasarkan dari Al Qur’anul karim dan Hadist Nabi SAW. Sehingga tidak ada celah sedikitpun dari gerak jiwa manusia yang lepas dari pengamatan kaum sufi.

Pengobatan yang mujarabpun dapat diberikan, karena kaum sufi sudah mempelajari terlebih dahulu secara haqiqi, bagaimana pengaruhnya dan bagaimana agar seseorang bisa lepas dari penyakit kejiwaan.

(Ikhtisar-1 dari buku Al’ilmu An-Nafsi Ash-Shufiyah, oleh Dr.Amin An-Najar, terbitan Dar El Ma’arif, Kairo)

Senin, 21 Juni 2010

Pengumuman Pembuatan Antologi Puisi Lingkunga Nasional

Salam Sastra,


Setelah menyelesaikan Antologi Sajak sajak Peduli Lingkungan Penyair Kalimantan Selatan, maka :

UNTUK KAMPANYE KEPEDULIAN LINGKUNGAN YANG LEBIH LUAS
DENGAN SASTRA MENANAMKAN KEPEDULIAN

Artpartner dan Walhi Kalsel kembali membuat pembuatan Antologi Puisi Lingkunga Lintas Negara, yang tentunya tidak bisa terlaksana tanpa dukungan semua penyair Nasional.

Buku ini tidak diperjual belikan, tapi dibagikan untuk penyair yang puisinya dimuat dalam antologi, donator, perpustakaan sekolah, perpustakaan umum dan masyarakat umum.

Menu utama yang disajikan dalam antologi puisi ini adalah puisi yang mengangkat tema kritik sosial mengenai kerusakan lingkungan akibat ulah manusia, sedang yang mengangkat tema kerusakan lingkungan akibat alam dan keindahan alam/ lingkungan hanya akan dijadikan menu tambahan.

Puisi-puisi ini akan menjadi bahan pengajaran kesadaran kepedulian bagi generasi muda (sekolah dan kampus-kampus) dan masyarakat (perpustakaan umum) akan parahnya kerusakan lingkungan saat ini.
Terutama akan terus dijadikan reperensi dan dibacakan oleh para aktivis-aktivis lingkungan dalam setiap kegiatan/ aksi memperjuangkan kelestarian lingkungan.

Masalah kerusakan lingkungan akibat ulah manusia sangat banyak, baik itu wilayah lokal maupun luar, seperti punahnya flora fauna, penebangan pohon elegal maupun legal, penambangan, perkebunan tidak terencana, pencemaran, polusi, hujan asam, menaiknya ketinggina air laut akibat mencairnya guning es yang terjadi oleh pemanasan global, perlunya energi ramah lingkungan, tidak teraturnya musim akibat alam yang rusak, kangker kulit akibat radiasi karena menipisnya lapisan ozon akibat rumah kaca dan karbon dioksida, dll.
Semua ini berimplikasi pada kesenjangan sosial, pendidikan moral dan akhlak yang tidak baik bagi generasi, korupsi pada perijinan, kemiskinan masyarakat pedalaman yang tergusur dari rumah mereka dihutan, kepentingan-kepentingan golongan, dikuasainya sumber daya oleh pihak asing, dll


Untuk itu kami memohon partisipasi sumbangan dukungan suara melalui puisi lingkungan dari para penyair di Nusantara, beberapa judul puisi, lengkap dengan biodata dan photo.

Bisa dikirim via pos ke:
A.Rahman Al Hakim ( ARAska ), Jl.A.Yani. Km.3,5 Komp.Arrahim, Gg.Belimbing No.125 Rt.39, Kel.Kebun Bunga Kec.Banjarmasin Timur , Kota Banjarmasin Prov.Kalimantan Selatan 70235, HP.05117722990 / 085249654900

atau via email : puisi.lingkungan@gmail.com

Yang membantu proses pengumpulan data (merekomendasikan) nama-nama penyair dan nomor kontaknya masing-masing.

* Diah Hadaning :

- Aceh : Rosni Idham

- Bali : IGP Bawa Samar Gantang, I Wayan Suarta , Nyoman Manda, Oka Rusmini, Sindu Putra,

- Bengkulu : Lili Taswa

- Jakarta : A. Sinaga, ahmadun YH, Budi Setyawan, D. Murniah, Endang Supriadi, Fatin H, Medy Leo Kito, P. Dwiyanto A, Suri Suryati, Yose Rizal M, Yuonne De Fretes.

- Jambi : Dimas Arika Mihardja, Gita Romadhona, Irian R.Tandy.

- Jabar : Cunong S, Dian Hartati, Lukman A.Sya, Saeful Badar, Vivi Maghfi, Wida Waridah,.

- Jateng : Diah Setyawati, Dorothea Rosa H, Jumari HS, Kuspriyanto, Tjahjono Widjanto, Witang Warek AM.

- Jatim : D.Zawawi Imron, Kurnia Indrastuti, Yusri Fajar.

- Kalsel : Ali Syamsudin Arsi, Arsyad Indradi, Hamami Adaby.

- Kaltim : Korrie LR, Santhined.

- Lampung : Asrina Novianti, syaiful Irba T.

- Maluku : Mariana Lewier.

- NAD : D. Kemalawati.

- NTB : A. Dewi, H.Dinullah Rayes.

- NTT : Mezra E.Pellondou.

- Riau : C. Cendrahati, Endang Indrayan R, Ita Maatas, Tien Marni.

- Sulsel : Andi Fauziah AA, Anil Hukma, Aslan Abidin.

- Sultra : Syaifuddin Gani.

- Sumbar : Ratna Komala Sari, Sastri Y.Bakry, Upita Agustine.

- Sumut : Ahmad B. Siregar, Aishah Basar, Anggia Djohan, Hasan Al Banna.

- Yogya : Aning Ayu Kusuma, Evi Idawati, Handoyo Wibowo.


* I Made Suantha :

- Bali : Alit S Rini, Arief B Prasetyo, Frans Nadjira, Gde Artawan, IB Gde Parwita, IGP Bawa Samar Gantang, IDK Raka Kusuma, I Made Sujaya, I Nyoman Tusthi Eddy, I Nyoman Wirata, I Wayan Arthawa, I Wayan Suarta, Made Adnyana Ole, Mas Ruscita Dewi, Ngurah Parsua, Nuryana Asmaudi, Oka Rusmini, Pranita Dewi, Sthiraprana Duarsa, Tan Lioe Ie, Warih Wisatsana.

- NTB : DG Kumarsana.

Catatan :
Dari nomor-nomor kontak penyair yang ada banyak yang tak bisa dihubungi, atau bisa juga dihubungi tapi tidak memberikan konfirmasi balik.